berdandan untuk berdansa dengan kekejaman malam
berdiri dan mulai menggores kebohongan
tersenyum untuk menyembunyikan tangisan
sampai berlari bukan suatu pilihan
gemuruh mesin berpacu dengan nafsu
menjemput malam menjamah keindahan
memperkosa dingin malam
menelanjangi sebuah cerita kehidupan
kenapa tak kau tanya dia tentang tempanya yang tak terang
kenapa harus bersembunyi di balik kebohongan
kenapa memilih tersenyum jika menangis itu kejujuran
kenapa menunggu pasrah si penjamah datang
berlarilah biarkan bulan dan bintang yang menjamah mu
jujurlah biarkan dingin malam yang memeluk mu
duduk denganku dan sandarkan luka mu
berteriaklah jika memang bisa melepas segalanya
tatap indahnya bulan malam ini
semoga dia bisa melepas segala gundah mu
dekap kopi ku dengan kedua tangan
semoga hangatnya bisa luluhkan segala resah mu
karena aku tau,
kau tetap mawar merah bermahkota duri-duri tajam.
Gusmin