berdandan untuk berdansa dengan kekejaman malam
berdiri dan mulai menggores kebohongan
tersenyum untuk menyembunyikan tangisan
sampai berlari bukan suatu pilihan
gemuruh mesin berpacu dengan nafsu
menjemput malam menjamah keindahan
memperkosa dingin malam
menelanjangi sebuah cerita kehidupan
kenapa tak kau tanya dia tentang tempanya yang tak terang
kenapa harus bersembunyi di balik kebohongan
kenapa memilih tersenyum jika menangis itu kejujuran
kenapa menunggu pasrah si penjamah datang
berlarilah biarkan bulan dan bintang yang menjamah mu
jujurlah biarkan dingin malam yang memeluk mu
duduk denganku dan sandarkan luka mu
berteriaklah jika memang bisa melepas segalanya
tatap indahnya bulan malam ini
semoga dia bisa melepas segala gundah mu
dekap kopi ku dengan kedua tangan
semoga hangatnya bisa luluhkan segala resah mu
karena aku tau,
kau tetap mawar merah bermahkota duri-duri tajam.
Gusmin
Rabu, 30 Oktober 2013
Rindu di Gelas Kopi Hitam Kita
jika harus bercerita mungkin aku butuh kalian
sekedar mengingatkan tetntang bagian yang aku lewatkan
jika aku harus mulai bicara mungkin aku butuh mereka
sekedar mengungkit segala kenangan yang kita lakukan
bersandar bersama menertawakan kesombongan mereka
karena kalian sederhana dan selalu ada untuk berbagi cerita
berjalan bergandeng tangan untuk memecah kemunafikan
karena aku rasa lebih jujur menikmati kopi hitam kita
tahun lalu kita isi gelas dengan segala kesenangan
kini terpisah untuk menulis cerita kita sendiri
tak sebentar aku tersenyum sendiri tanpa kalian
sampai senja pertemukan kita kembali
kalian adalah sebuah cerita yang tak mungkin terlupa
seperti kopi hitam yang selalu ada menemani
saat pagi datang berganti siang,
saat senja mulai habis di telan malam
sampai nanti, ia sampai nanti sampai rasa rindu mati
Gusmin
sekedar mengingatkan tetntang bagian yang aku lewatkan
jika aku harus mulai bicara mungkin aku butuh mereka
sekedar mengungkit segala kenangan yang kita lakukan
bersandar bersama menertawakan kesombongan mereka
karena kalian sederhana dan selalu ada untuk berbagi cerita
berjalan bergandeng tangan untuk memecah kemunafikan
karena aku rasa lebih jujur menikmati kopi hitam kita
tahun lalu kita isi gelas dengan segala kesenangan
kini terpisah untuk menulis cerita kita sendiri
tak sebentar aku tersenyum sendiri tanpa kalian
sampai senja pertemukan kita kembali
kalian adalah sebuah cerita yang tak mungkin terlupa
seperti kopi hitam yang selalu ada menemani
saat pagi datang berganti siang,
saat senja mulai habis di telan malam
sampai nanti, ia sampai nanti sampai rasa rindu mati
Gusmin
Senin, 28 Oktober 2013
Minggu, 27 Oktober 2013
Maafkan Aku Rindu
bersandar di balik kegelapan
bercerita tentang sebuah rona indah kehidupan
bernyanyi di tengah-tengah keheningan
berselimut tentang sebuah rasa kerinduan
iringi aku dengan tepuk tanganmu
dan tersenyum meski lagu tak benar-benar merdu
tunjukan senyum manismu
untuk mewakili segala pertanyaanku
oh rinduku tersenyumlah
untuk sekedar melepas gundah
oh rinduku tertawalah
agar aku tau sekarang kau tak merasa resah
maaf aku tak selalu bersamamu
maaf aku tak selalu memelukmu
maaf aku selalu mecintaimu
maaf aku selalu merindukanmu
Gusmin
bercerita tentang sebuah rona indah kehidupan
bernyanyi di tengah-tengah keheningan
berselimut tentang sebuah rasa kerinduan
iringi aku dengan tepuk tanganmu
dan tersenyum meski lagu tak benar-benar merdu
tunjukan senyum manismu
untuk mewakili segala pertanyaanku
oh rinduku tersenyumlah
untuk sekedar melepas gundah
oh rinduku tertawalah
agar aku tau sekarang kau tak merasa resah
maaf aku tak selalu bersamamu
maaf aku tak selalu memelukmu
maaf aku selalu mecintaimu
maaf aku selalu merindukanmu
Gusmin
Sabtu, 26 Oktober 2013
Kopi Racikan Anak Rasta
bukan kami yang berbahaya
mengatas namakan kebenaran demi keangkuhan
bukan cerita kami yang sedang ku tulisakan
tapi kalian yang mengatas namakan tuhannya
memecahkan keheningan malam
membabi buta merusak dengan berteriak semaunya
menghancurkan segala keindahan malam
mencaci, memaki dan membunuh dinginnya malam
bukan kami tak mampuh berganya seperti kalian
berteriak nama tuhan dengan segala kemunafikan
bukan kami tak mampuh berpenampilan seperti kalian
bersorban dan so jagoan
aku dan kaum yang mencintai kedamaian malam
hanya tersenyum saat kalain berteriak nama tuhan
aku ajari kalian membuat kopi dan cara menghargai
agar esok atau nanti aku bisa bercerita tentang kalian lagi
dengan versi yang berbeda
Gusmin

mengatas namakan kebenaran demi keangkuhan
bukan cerita kami yang sedang ku tulisakan
tapi kalian yang mengatas namakan tuhannya
memecahkan keheningan malam
membabi buta merusak dengan berteriak semaunya
menghancurkan segala keindahan malam
mencaci, memaki dan membunuh dinginnya malam
bukan kami tak mampuh berganya seperti kalian
berteriak nama tuhan dengan segala kemunafikan
bukan kami tak mampuh berpenampilan seperti kalian
bersorban dan so jagoan
aku dan kaum yang mencintai kedamaian malam
hanya tersenyum saat kalain berteriak nama tuhan
aku ajari kalian membuat kopi dan cara menghargai
agar esok atau nanti aku bisa bercerita tentang kalian lagi
dengan versi yang berbeda
Gusmin

Jumat, 25 Oktober 2013
Terjebak di Pulau yang Indah
ya,,, ya,,,
jangan malu untuk bergandeng tangan
jangan menghina hanya karena tampilan kami berbeda
tersenyumlah untuk mengetahui kami tak berbahaya
bernyanyilah untuk kami saat kalian tak mampu bercerita
jangan putuskan senar gitar itu
agar aku bisa menghiburmu saat kau gundah
jangan berpaling saat aku menatap indahmu
agar kau tau suara gitar ini tak seindah dirimu
mari berfesta dan kalian jangan saling menghina
mari berdansa agar kalian tau kami sangat bersahaja
mari berfesta untuk tau kami tak berbahaya
mari berdansa karena kita semua berasaudara
nikmati saja kopiku
karena itu kopi racikan anak rasta
nikmati senjamu karena negri berikan rasa yang sangat mempesona
semoga terjebak selamanya di pulau yang indah ini
Gusmin
jangan malu untuk bergandeng tangan
jangan menghina hanya karena tampilan kami berbeda
tersenyumlah untuk mengetahui kami tak berbahaya
bernyanyilah untuk kami saat kalian tak mampu bercerita
jangan putuskan senar gitar itu
agar aku bisa menghiburmu saat kau gundah
jangan berpaling saat aku menatap indahmu
agar kau tau suara gitar ini tak seindah dirimu
mari berfesta dan kalian jangan saling menghina
mari berdansa agar kalian tau kami sangat bersahaja
mari berfesta untuk tau kami tak berbahaya
mari berdansa karena kita semua berasaudara
nikmati saja kopiku
karena itu kopi racikan anak rasta
nikmati senjamu karena negri berikan rasa yang sangat mempesona
semoga terjebak selamanya di pulau yang indah ini
Gusmin
Selasa, 22 Oktober 2013
Sinar Rembulan dan Kesetiaan
sayang, malam ini aku resah
benar-benar gelisah
untuk menikmati secangkir teh saja aku tak mampu
malam pun entah berbisik apa aku tak tau
sayang, jika saja kau di sini, ia disini
disampingku menikmati sepi malam
andai saja kau memelukku, hanya memeluk
untuk hangatkan aku dari dingin malam
sayang, meski bulan bisu tak berbicara
dia selalu berbagi sinarnya
meski tak mampu bercerita
dia akan tuliskan namaku saat kau bertanya
siapa yang selalu mencintaimu
sayang, malam ini aku bersama bulan
hanya melamun dan menikmati sepi malam
meski lama akan menunggumu
sampai rasa setia menusuk dan menghentikan degup jantungku
Gusmin
benar-benar gelisah
untuk menikmati secangkir teh saja aku tak mampu
malam pun entah berbisik apa aku tak tau
sayang, jika saja kau di sini, ia disini
disampingku menikmati sepi malam
andai saja kau memelukku, hanya memeluk
untuk hangatkan aku dari dingin malam
sayang, meski bulan bisu tak berbicara
dia selalu berbagi sinarnya
meski tak mampu bercerita
dia akan tuliskan namaku saat kau bertanya
siapa yang selalu mencintaimu
sayang, malam ini aku bersama bulan
hanya melamun dan menikmati sepi malam
meski lama akan menunggumu
sampai rasa setia menusuk dan menghentikan degup jantungku
Gusmin
Janji Untuk Negri
dulu berjuang,sekarang terulang
dulu terhantam peluru tak membuat mati
sekarang debu polusi menyayat nadi
hanya dengan tinta sebuah pena kami di gusur pergi
sekarang sejarah tinggal kenangan
karena penjarah telah menang
warna merah telah robek oleh kesenangan
putih menjadi jiji, karena kau lupakan janji
Bagimu Negri Jiwa Raga Kami
Gusmin
dulu terhantam peluru tak membuat mati
sekarang debu polusi menyayat nadi
hanya dengan tinta sebuah pena kami di gusur pergi
sekarang sejarah tinggal kenangan
karena penjarah telah menang
warna merah telah robek oleh kesenangan
putih menjadi jiji, karena kau lupakan janji
Bagimu Negri Jiwa Raga Kami
Gusmin
Senin, 21 Oktober 2013
Kopi Racikan Anak Rasta
selamat pagi
selamat menikmati senyum saat suka
atau luka yang menduka
tak apa asal kau masih ada untuk berbagi cerita
terlalu panjang jika aku ceritakan indah negri ini
bukan tentang pepohonan yang di ganti oleh bangunan
terlalu munafik jika kuceritakan keramahan negri ini
bukan tentang senyum sapa manusia
tapi tentang keangkuhan
yang indah kujumpa pagi ini
tawa ceria bocah berseragam merah putih
berangkat untuk mencari tau tentang hebatnya ibu pertiwi
dan segala sejarah negri yang sudah mulai parah
cukup tau negri ini kaya
tak perlu tau sekarang siapa yang punya
aku doa'kan semoga tak ada yang mengajari cara bunuh diri
cukup catat sebuah prestasi yang baru untuk negri
senyum sapa kalian terlihat hebat
tak penting aku siapa, yang boleh kau tau
aku hanya penikmat Oksigen gratis di negri ini
cepat besar agar kalian tau rasa kopi racikan anak Rasta
Gusmin
selamat menikmati senyum saat suka
atau luka yang menduka
tak apa asal kau masih ada untuk berbagi cerita
terlalu panjang jika aku ceritakan indah negri ini
bukan tentang pepohonan yang di ganti oleh bangunan
terlalu munafik jika kuceritakan keramahan negri ini
bukan tentang senyum sapa manusia
tapi tentang keangkuhan
yang indah kujumpa pagi ini
tawa ceria bocah berseragam merah putih
berangkat untuk mencari tau tentang hebatnya ibu pertiwi
dan segala sejarah negri yang sudah mulai parah
cukup tau negri ini kaya
tak perlu tau sekarang siapa yang punya
aku doa'kan semoga tak ada yang mengajari cara bunuh diri
cukup catat sebuah prestasi yang baru untuk negri
senyum sapa kalian terlihat hebat
tak penting aku siapa, yang boleh kau tau
aku hanya penikmat Oksigen gratis di negri ini
cepat besar agar kalian tau rasa kopi racikan anak Rasta
Gusmin
Tangisan Mimpi
bermimpilah
untuk jadi seorang putri
katakan apa saja yang kau inginkan
apapun, ia apapun termasuk kekuasaan
ajak semua saudaramu untuk makan malam
dan ceritakan, sekarang kau punya segalanya
undang semua temanmu untuk berfesta
dan katakan, sekarang kau adalah yang terhebat
bunuh budak yang tak patuh denganmu
tinggalakn teman yang tak sebanding denganmu
beri apa yang saudaramu minta
dengan katakan bahwa kau yang paling kaya
Ingat aku hanya mengingatkan!
jangan terlalu dalam saat melamun
buakan aku takut kau gila
jangan terlalu tinggi saat kau bermimpi
aku haya takut kau benar-benar lupa diri
Gusmin
untuk jadi seorang putri
katakan apa saja yang kau inginkan
apapun, ia apapun termasuk kekuasaan
ajak semua saudaramu untuk makan malam
dan ceritakan, sekarang kau punya segalanya
undang semua temanmu untuk berfesta
dan katakan, sekarang kau adalah yang terhebat
bunuh budak yang tak patuh denganmu
tinggalakn teman yang tak sebanding denganmu
beri apa yang saudaramu minta
dengan katakan bahwa kau yang paling kaya
Ingat aku hanya mengingatkan!
Jangan sampai tuhan yang memberikan teguran
jangan terlalu dalam saat melamun
buakan aku takut kau gila
jangan terlalu tinggi saat kau bermimpi
aku haya takut kau benar-benar lupa diri
Gusmin
Minggu, 20 Oktober 2013
senja di trotoan jalanan
berbicara bukan memaki
berteriak saja tak usah menghina
jangan berpaling dari keadaan
meski keyakinan luluh oleh keserakahan
kalian berorasi tentang kehidupan
aku hanya berfikir apa kalian hebat
seperti anak SD yang menangis
meronta dan enggila saat tak di belikan mainannya
jangan tertawa saat kalian lihat jelas kesedihan di muka mereka
mengatas namakan tuhan berani mencaci sesama
aku anggap kalian gila
karena kalian berani menindas, mecaci dan memaki sesama
semoga kalian bukan orang yang ingin selalu benar
semoga kaum yang mengatas namakan kebebasan bisa tersenyum
saat senja hampir lenyap di telan malam
duduklah bersama kami di trotoar jalan
hanya sekedar menikmati indahnya negri yang tak indah lagi
gusmin
berteriak saja tak usah menghina
jangan berpaling dari keadaan
meski keyakinan luluh oleh keserakahan
kalian berorasi tentang kehidupan
aku hanya berfikir apa kalian hebat
seperti anak SD yang menangis
meronta dan enggila saat tak di belikan mainannya
jangan tertawa saat kalian lihat jelas kesedihan di muka mereka
mengatas namakan tuhan berani mencaci sesama
aku anggap kalian gila
karena kalian berani menindas, mecaci dan memaki sesama
semoga kalian bukan orang yang ingin selalu benar
semoga kaum yang mengatas namakan kebebasan bisa tersenyum
saat senja hampir lenyap di telan malam
duduklah bersama kami di trotoar jalan
hanya sekedar menikmati indahnya negri yang tak indah lagi
gusmin
Langganan:
Komentar (Atom)

